POHUWATO, FAKTAKATA.ID – Sikap seorang oknum karyawan perusahaan tambang PT Merdeka Copper Gold menuai sorotan publik setelah diduga memperlakukan seorang wartawan secara tidak pantas saat melakukan peliputan di wilayah pertambangan Nanase, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Minggu (17/5/2026).
Oknum bernama Sukrianto Puluhulawa disebut melontarkan pernyataan bernada arogan kepada wartawan media online Barakati.id, Isran Doda, ketika proses wawancara berlangsung di lokasi.
Peristiwa tersebut viral setelah rekaman video percakapan keduanya beredar di media sosial. Dalam video itu, Sukrianto terdengar meminta wartawan melepas pakaian yang dikenakan saat melakukan peliputan.
“Lepas bajumu jangan pakai baju loreng kalau wartawan,” ujar Sukrianto dalam video yang beredar.
Kejadian itu bermula saat Isran Doda mencoba meminta penjelasan terkait pembayaran ganti rugi lahan serta langkah perusahaan terhadap aktivitas masyarakat penambang tradisional di wilayah tersebut.
Namun, situasi memanas setelah oknum perusahaan itu diduga melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung masyarakat penambang tradisional.
Dalam percakapan tersebut, Sukrianto bahkan menyebut masyarakat penambang tradisional sebagai “penjahat” dan menolak membuka ruang negosiasi.
“Pantang kita negosiasi dengan penjahat,” ucapnya dalam rekaman video.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari masyarakat di Kabupaten Pohuwato. Sejumlah warga menilai sikap yang ditunjukkan oknum perusahaan itu mencerminkan tindakan arogan dan tidak menghargai profesi wartawan maupun masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional.
Selain itu, tindakan meminta wartawan melepas pakaian saat menjalankan tugas jurnalistik dinilai sebagai bentuk perlakuan yang tidak pantas terhadap kerja-kerja pers di lapangan.
Beberapa tokoh masyarakat juga mulai mempertanyakan sikap perusahaan terhadap masyarakat penambang tradisional yang selama ini berada di sekitar wilayah operasional tambang.
Mereka berharap perusahaan lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis dalam menghadapi persoalan sosial di tengah masyarakat, terutama terkait aktivitas tambang rakyat dan persoalan ganti rugi lahan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk manajemen perusahaan, untuk meminta klarifikasi atas dugaan tindakan dan pernyataan yang disampaikan oknum tersebut. (*)












