FAKTAKATA.ID- Kongres Perempuan Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan di ruang publik dan politik nasional.
Dalam forum tersebut, Partai Buruh menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan serta membebaskan mereka dari berbagai bentuk penindasan dan diskriminasi yang masih terjadi di Indonesia.
Wakil Presiden Bidang Perempuan, Pekerja Rumah Tangga (PRT), dan Migran Partai Buruh, Jumisi, menyampaikan bahwa perjuangan terhadap hak perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun demokrasi, kesejahteraan, dan keadilan sosial.
Hal tersebut disampaikan dalam pidato yang juga mengutip pandangan Marsinah, sosok yang dikenal sebagai simbol perjuangan kaum buruh dan perempuan.
“Upaya Partai Buruh dalam memperjuangkan hak-hak perempuan merupakan bagian penting dari perjuangan demokrasi dan keadilan sosial,” ujar Marsinah sebagaimana disampaikan dalam kongres tersebut.
Menurutnya, perempuan harus ditempatkan sebagai subjek utama dalam proses pembangunan bangsa, bukan sekadar objek kebijakan.
Marsinah mendorong perempuan di seluruh Indonesia untuk memiliki keinginan dan keberanian yang kuat dalam terlibat langsung di dunia politik.
Ia menekankan bahwa kehadiran perempuan dalam politik bukan hanya soal representasi, tetapi juga tentang kemampuan perempuan membangun arah kebijakan dan mengintervensi keputusan-keputusan strategis yang menyangkut kehidupan masyarakat luas.
“Dengan keterlibatan aktif perempuan, kita dapat membangun politik yang lebih berkeadilan dan berpihak pada kelompok rentan,” tegasnya.
Ia menilai bahwa pengalaman hidup perempuan memberi perspektif penting dalam merumuskan kebijakan publik yang inklusif.
Lebih lanjut, Marsinah menjelaskan bahwa di era modern, makna emansipasi perempuan telah mengalami perkembangan.
Emansipasi tidak lagi semata-mata mengejar kesetaraan formal antara laki-laki dan perempuan, melainkan juga berbicara tentang ruang tumbuh, ruang berkarya, dan kesempatan bagi perempuan untuk mengambil peran aktif di masyarakat tanpa harus mengorbankan identitas dan jati diri mereka.
Saat ini, perempuan dinilai memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang. Perempuan modern dapat menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi, memilih karier sesuai minat dan bakat, serta mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan, mulai dari dunia kerja, organisasi sosial, hingga pemerintahan.
Melalui Kongres Perempuan Indonesia, Partai Buruh berharap kesadaran politik perempuan semakin menguat dan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang adil, setara, serta berpihak pada kepentingan perempuan dan rakyat secara keseluruhan. (*)








