POHUWATO, FAKTAKATA.ID— Tradisi Lebaran Ketupat di Desa Balayo kembali digelar dengan penuh kemeriahan, menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat setempat dalam menjaga warisan budaya. Perayaan yang rutin dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri ini selalu dinantikan warga sebagai momentum untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus bersuka cita.
Tahun ini, pelaksanaan Lebaran Ketupat menghadirkan nuansa berbeda. Jika sebelumnya kegiatan terpusat di satu lokasi, kini perayaan justru digelar secara tersebar di beberapa rumah warga. Setiap rumah yang terlibat berperan sebagai tuan rumah sekaligus peserta dalam berbagai perlombaan. Konsep ini dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih hangat dan mempererat hubungan antarwarga.
Berbagai lomba tradisional turut memeriahkan rangkaian kegiatan. Mulai dari lomba makan kerupuk hingga panjat pinang, semuanya disambut antusias oleh masyarakat. Lomba panjat pinang menjadi daya tarik utama, di mana peserta berlomba mencapai puncak untuk mendapatkan hadiah yang telah disiapkan, termasuk emas seberat 2 gram sebagai hadiah utama. Sorak sorai penonton semakin menambah semarak suasana.
Salah satu titik keramaian terlihat di kediaman Pasisa Ato yang dipadati warga sejak pagi hari. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turut ambil bagian baik sebagai peserta maupun penonton. Kehadiran mereka menciptakan suasana penuh kegembiraan dan keakraban yang jarang ditemui di hari-hari biasa.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari unsur pemerintah daerah. Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento, turut hadir bersama Kepala Desa Balayo untuk memberikan dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang terus menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Lebaran Ketupat di Desa Balayo tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling menghargai di tengah kehidupan bermasyarakat. Antusiasme warga yang terus terjaga setiap tahunnya menjadi bukti bahwa tradisi ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Dengan semangat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, Lebaran Ketupat di Desa Balayo diharapkan akan tetap lestari dan menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi daerah tersebut. (*)












